Saturday, March 5, 2016

Panduan Sholat Gerhana Matahari

Ketika jamaah sudah berkumpul dan gerhana mulai terjadi maka Bilal menyerukan sholat dengan membaca seruan
الصلاة جامعة ..
Lalu imam memulai sholat gerhana dg Tata cara sholat gerhana sebagai berikut..
IMAM
1. Takbirotul ihrom bersama niat solat kusuf lillahi ta'ala
2. Doa iftitah, taawudz
3. Membaca surat al fatihah dan surat lain (sunnahnya baca QS Al-Baqarah atau boleh juga baca surat pendek ) secara SIRRY (tanpa dikeraskan)
4. Ruku'
5. Bangun dari ruku'
6. Membaca surat fatihah ke 2 dan surat lain (sunnahnya baca QS Ali Imran atau boleh juga baca surat pendek ) secara SIRRY
7. Ruku' yg ke 2
8. bangun dari ruku' (itidal).
9. Sujud dua kali.
10. Melanjutkan rekaat yang ke dua
Berdiri utk Membaca surat al-Fatihah dan dan surat lain (sunnahnya baca QS an-Nisa atau boleh juga baca surat pendek ) secara SIRRY
11. Ruku'
12. Bangun dari ruku'
13. Membaca surat fatihah lagi dan surat lain (sunnahnya baca QS Al-Ma'idah atau boleh juga baca surat pendek ) secara SIRRY
14. Ruku' lagi
15. bangun dari ruku' (i'tidal).
16. Sujud dua kali.
17. Tasyahhud akhir
18. Salam
Jadi intinya sholaf khusuf maupun kusuf (gerhana bulan) itu sama dg sholat sunnah yg lain tp rukuknya dua kali.
BILAL
Setelah selesai sholat maka Bilal berdiri di depan mimbar menghadap jama’ah kemudian mengucapkan :
يَامَعَاشِرَالْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ ، وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا ، وَتَصَدَّقُوا... حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ
اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Setelah Khatib naik ke mimbar, Bilal mengucapkan doa sebagai berikut :
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
KHOTIB memulai berkhutbah
Dengan ketentuan:
Khutbah 2 kali (seperti khutbah jumat, baik syarat maupun rukunnya)
Tema khutbah Isi dianjurkan motifasi melakukan taubat nashuha, memperbayak istighfar, sedekah dll dan menjelaskan bahwa gerhana adalah bagian dari fenomena alam dan tanda kekuasaan Allah. Tidak benar jika gerhana dimitoskan dg berbagai tahayul, seperti matahari dimakan "bethorokolo", dll.
BACAAN BILAL
ketika Khatib duduk diantara dua khutbah.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
KHOTIB melanjutkan khutbah ke 2 sampai SELESAI...
ALHAMDULILLAAH
Catatan, sabda Rasulullah ..
من دل إلى خير فله مثل أجر فاعله
"Barang siapa menunjukkan suatu jalan kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya".
Wallahu Alam bis Showab

Sumber: facebook KH Abdurrahman Navis

Labels:

Nadirsyah Hosen: Jangan Jadi Pelajar yang Kurang Ajar

Jangan coba-coba menjawab yah!

Para mahasiswa/i yang diterima masuk di Fakultas Hukum, Monash University adalah kumpulan para pelajar yang paling pandai dan terseleksi. Mereka hanya bisa diterima jikalau nilai ujian nasionalnya minimal 98/100. Salah satu mata kuliah wajib yang mereka harus ambil di semester pertama adalah Foundations of Law (di tanah air mirip dengan PIH/PTHI).

Seperti dulu di Wollongong, saya juga kebagian tugas mengajar mata kuliah ini di Monash. Ada sepuluh professor yang ditugaskan mengajar mata kuliah ini bersama-sama (teaching team). Ada satu poin menarik yang wajib disampaikan kepada seluruh mahasiswa baru yang pinter-pinter itu:

"Selamat, anda sudah menjadi mahasiswa fakultas hukum dari universitas ternama di dunia. Keluarga dan kawan kalian pasti bahagia dan bangga. Dan boleh jadi mereka mulai bertanya tentang kasus hukum kepada kalian, tapi ingat yah: kalian jangan coba-coba memberi jawaban atau saran hukum (legal advice) kepada mereka."

"Kalian harus menahan diri untuk menjawabnya karena kalian belum punya kapasitas dan pengetahuan untuk menjawabnya. A little knowledge is a dangerous thing. Pengetahuan yang sedikit adalah hal yang berbahaya. Lebih baik kalian sarankan kepada kawan dan kolega kalian untuk bertanya kepada para lawyer atau professor hukum, Jangan bertanya kepada anda!".

Saya senyum-senyum sendiri mempersiapkan materi perkuliahan minggu ini. Betapa di minggu pertama perkuliahan para mahasiswa hukum yang brilian itu "dihajar" dengan satu nilai etika yang begitu dahsyat: jangan berani menjawab masalah hukum hanya dengan pengetahuan kamu yang sedikit itu!

Pesan moral yang sama sebenarnya sudah ada dalam ranah agama, dimana para ulama sejak dulu selalu mengingatkan untuk berhati-hati mengeluarkan fatwa. Imam Malik, seorang yang mencapai level mujtahid mutlak, saja telah menjawab "saya tidak tahu" terhadap 32 pertanyaan dari 40 pertanyaan yang diajukan kepadanya. Bandingkan sikap ini dengan sejumlah pihak yang mudah sekali mengeluarkan fatwa di media sosial seolah telah menjadi mufti facebook atau mufti twitter.

Kalau anda masih belajar, maka jadilah orang yang terpelajar jangan malah bersikap kurang ajar. Kalau anda hanya tahu sedikit, jangan dikit-dikit kasih dalil sana-sini tanpa mengerti wajah istidlalnya. Kalau anda merasa mahir dalam agama, anda gak akan sembarangan bilang yang lain kafir.

Tahu cuma sedikit saja sudah dianggap berbahaya dalam memberi jawaban, apalagi kalau gak tahu apa-apa smile emoticon

salam hangat,

Nadirsyah Hosen
Monash Law School

Keterangan foto:
1. Kitab Bidayatul Mujtahid karya Ibn Rusyd untuk pelajar dalam bidang perbandingan mazhab
2. Buku teks wajib Foundations of Law yang ditulis kolega saya Ross Hyams

Labels: