Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Dunia Islam

Surat Terbuka Redaksi Bangsa Online Kepada NUgarislurus.com

Menjelang Muktamar NU ke-33 di Jombang, situs NU Garis Lurus sangat gencar menebar berita yang berpotensi memecah belah umat. Banyak kalangan yang prihatin, media yang mengatasnamakan NU tersebut, justru mencabik-cabik NU itu sendiri.  Siapa pun di balik semua ini, patut disayangkan. Namun, siapa sangka, ternyata selain menebar berita yang ibarat melempar bara ke tumpukan sekam, ternyata berita-berita dari situs tersebut, banyak hasil curitan, tanpa mengindahkan kaidah jurnalistik. Diantara pihak yang merasa keberatan adalah portal berita bangsaonline.com. Surat terbuka tersebut, ditulis oleh bangsa online di kolom komentar artikel hasil copas nu garis lurus, berikut selengkapnya. Yang terhormat Pengelola  nugarislurus.com   Kami pengelola  bangsaonline.com  sangat kecewa dan keberatan terhadap  nugarislurus.com yang mengcopas berita-berita  bangsaonline.com  dengan cara tak mengindahkan kode etik jurnalistik. Banyak sekali keluhan dari ...

Serangan Rusia Pukulan bagi Amerika Serikat (AS)

BERLIN - Surat kabar Jerman, Handelsblatt, menulis laporan yang meyebut serangan Rusia di Suriah untuk memerangi ISIS telah menjadi pukulan bagi reputasi Amerika Serikat (AS). Menurut media Jerman itu, Presiden Rusia Vladimir Putin sudah merusak harga diri dari Pemerintah AS dan sekutunya, di mana operasi militer sekutu AS di Suriah selama ini kurang efisien. ”Hal ini menjadi semakin jelas bahwa Barat tidak bisa menyelesaikan krisis dengan cara yang sama, mereka itu tidak bisa menyelesaikan konflik lain di wilayah ini. Di Irak atau Afghanistan, atau di Libya. Intervensi (AS) justru lebih memberikan kontribusi terhadap kekacauan,” bunyi laporan koran Jerman tersebut, Jumat (2/10/2015). Lebih lanjut, media Jerman itu menyindir Barat yang dianggap sudah berhasil ditipu Presiden Rusia Vladimir Putin. Pemimpin Kremlin itu berhasil menunjukkan diri bertindak secara independen dan tidak memerlukan “mandat” dari negara-negara Barat atas kebijakan luar negerinya. Sebaliknya, surat k...

Saudi Siap Serang Suriah

NEW YORK – Pemerintah Kerajaan  Arab Saudi  untuk pertama kalinya membuat ancaman untuk meluncurkan agresi militer terhadap Suriah untuk menggulingkan rezim Presiden  Bashar al-Assad . Ancaman itu dilontarkan Menteri Luar Negeri Arab Saudi,  Adel al-Jubeir  saat berbicara di New York. Saudi mengabaikan seruan Rusia — sekutu utama  Bashar al-Assad  — untuk melakukan kerja sama regional dalam perang melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), tanpa mengganggu rezim Assad. Ancaman dari  Menlu Arab Saudi  itu muncul di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. ”Tidak ada masa depan bagi al-Assad di Suriah. Ada dua pilihan untuk penyelesaian (krisis) di Suriah,” kata Jubeir. “Salah satu pilihan adalah proses politik, di mana akan ada dewan transisi. Pilihan lainnya adalah opsi militer, yang juga akan berakhir dengan pelengseran  Bashar al-Assad  dari kekuasaan,” kata  Adel al-Jubeir  lagi, seperti dikutip...

Ormas Keislaman danTantangan Radikalisme

Oleh: Hasibullah Satrawi ... bila kelompok radikal masih eksis bahkan terus berkembang dan beranak-pinak seperti sekarang, sejatinya kedua ormas terbesar tersebut melakukan evaluasi dan refleksi gerakan secara mendalam, khususnya terkait dengan strategi menghadapi radikalisme.   Sebagai ormas keislaman terbesar di Indonesia (bahkan di dunia), keberadaan dan posisi NU dan Muhammadiyah yang berkeindonesiaan telah menjadi benteng bagi NKRI, khususnya dari ancaman radikalisme yang belakangan semakin liar, baik radikalisme yang bercorak teroristis ataupun radikalisme yang bercorak anarkistis. Sederhananya ialah bangsa ini tak perlu kalap dan bersikap secara tidak proporsional dalam menghadapi pelbagai macam ancaman radikalisme selama masih ada NU dan Muhammadiyah yang turut berkontribusi bagi kemerdekaan dan senantiasa menjaga keutuhan serta keberlangsungan NKRI sampai hari ini. Dikatakan demikian karena dengan keberadaan kelompok moderat raksasa seperti NU dan M...

Militer Rusia Turun ke Medan, Suriah Makin Tegang

WASHINGTON  –  ”Dengan mendukung Assad dan tampaknya menumpas semua orang yang berjuang melawan Assad, Anda mengambil seluruh sisa negara Suriah,” kritik Carter. ”Itu bukan posisi kami. Setidaknya beberapa bagian dari kelompok oposisi anti-Assad termasuk dalam transisi politik ke depan. Itu sebabnya pendekatan Rusia pasti gagal.” Militer Rusia mulai “mengamuk” di Suriah, di mana sejumlah pesawat jet tempur membombardir basis-basis ISIS di negara pimpinan Presiden Bashar al-Assad itu. Tapi, manuver Kremlin membuat Amerika Serikat (AS) meradang, karena serangan Rusia juga dituding menyasar pemberontak moderat Suriah yang didukung AS. Kantor berita Reuters, pada Kamis (1/10/2015) melaporkan bahwa serangan Rusia tak hanya ditargetkan pada militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tapi juga ditargetkan terhadap kelompok pemberontak atau oposisi di Provinsi Homs. Kepala oposisi Suriah, Khaled Khoja, yang menuduh pemboman militer Rusia menewaskan 36 warga sipil...

Haji dan Politik, Indonesia dan Arab Saudi

Oleh: Azyumardi Azra Pemerintah Arab Saudi sangat sensitif dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang tidak hanya bermakna keagamaan, tetapi juga politis... Bagi Arab Saudi, keikutsertaan negara lain adalah isu politik terkait posisinya vis-à-vis negara Islam atau mayoritas Muslim lain. Ketika musibah datang sepanjang pelaksanaan ibadah haji 1436 H/2015 M—robohnya mesin derek ( crane ) di Masjidil Haram, Mekkah, dan tabrakan antaranggota jemaah (stampede) di Mina yang menyebabkan lebih dari 1.100 anggota jemaah haji meninggal—ada di antara anggota jemaah haji dan kalangan pemerintah serta ulama Arab Saudi yang segera menyatakan: ”Kejadian ini adalah takdir. Mereka yang wafat adalah syahid (martir)”. Kaum beriman tentu saja wajib percaya takdir. Namun, jika kejadian berujung maut yang terus berulang sejak musibah Terowongan Mina pada 1990 yang menyebabkan 1.426 orang meninggal, orang patut bertanya apakah kejadian mengenaskan itu lebih disebabkan kelalaian dan salah...

Buya Hamka pun Ber-qunut dan Maulidan

Ketika saya ziarah kubur ke maqbarah al-Imam Sakhnun-- salah satu tokoh madzhab Malikiyyah-- di Kairouan, Tunisia, Saya tercengang membaca pesan beliau yang ditulis di pintu masuk, " Man kathura 'ilmuhu qalla ingkaruhu; wa man qalla 'ilmuhu kathura inkaruhu, Orang yang alim dalam pelbagai cabang keilmuan, maka ia akan jarang untuk menginkari sesuatu; sedangkan orang yang dangkal ilmunya, maka ia mudah inkar. " Ternyata pesan dengan substansi yang sama pun pernah disampaikan oleh Prof. Dr. al-Sayyid al-Habib Muhammad bil Alwi al-Maliki al-Hasani, sebagaimana diriwayatkan oleh salah seorang muridnya, K.H. Zuhrul Anam (Gus Anam). Dalalm satu ketika  al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani, salah satu guru Sayyid al-Maliki, mengatakan, “ Idzaa zaada nadzrurrajuli waktasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi , Jika seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut  pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain." Atau dalam bahasa Gus Mus-...

Langgam Nusantara akan Jadi Bahasan Mukernas Ulama Alquran

Muslim-Pribumi.Blogspot.com  -- Ulama ahli Alquran akan mengadakan Musyawarah Kerja Nasional di Bandung, 18-21 Agustus 2015. Diantara bahasan para pakar Alquran adalah langgam nusantaraa yang sempat membangkitkan kontroversi.  menurut Kepala Lajnah Mushaf Alquran, Muchlis Hanafi, terdapat agenda-agenda penting lain terkait masalah Alquran. Diantaranya tema revolusi mental dalam Alquran, dengan  menghadirkan Qurais Shihab sebagai pemateri.  Maryam Eit Ahmed bersama beberap peserta Musyawarah Kerja Nasional Ulama Alquran ''Mukernas Ulama Alquran di Bandung akan membahas sejumlah tema, antara lain,  Revolusi Mental dalam Perspektif Alquran  dengan narasumber Prof Dr HM Quraish Shihab, Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta,'' ungkap Muchlis kepada  Republika,  Senin (18/8). Tema lain yang akan dibahas adalah  Mushaf Alquran Standar Indonesia dalam Tinjauan Ilmu Rasm, Dhabth, dan Waqf-Ibtidà , dengan narasumber Prof Dr H Said Agil Hus...

Membongkar Kedok Wahabi: Antara ISIS dan Atheis

Melihat laporan ini, Pemerintah Saudi buru-buru membuat lembaga baru Pusat Pemberantasan Atheisme (Markaz li Mukafahah Ilhad) di Universitas Islam Madinah, namun pada awal tahun 2015 justeru publik Saudi dikejutkan dengan adanya Perkumpulan Para Atheis Makkah(Multaqa Mulhidin Makkah). Laporan ini juga dilengkapi sebuah foto yang menunjukkan tulisan di atas secaik kertas putih “Proud to be Atheist” (Bangga menjadi Atheis)” yang di belakang kertas tampak Ka’bah dan Masjidil Haram. Angka atheis di Saudi berkisar 145-260 ribu orang dan lebih banyak daripada negeri-negeri yang disebut “sekular” seperti Tunisia, Libanon, Mesir dan Turki.      Mengapa dukungan terhadap terorisme dan atheisme meningkat di Saudi Arabia?  Dukungan terhadap ISIS dan atheis adalah dua fenomena yang bertolak belakang namun semakin menguat di Negeri Saudi Arabia saat ini. Menurut laporan  al-Hayat  (21 Juli 2014) ,  media massa milik Saudi, dalam sebuah sur...