Skip to main content

Langgam Nusantara akan Jadi Bahasan Mukernas Ulama Alquran

Muslim-Pribumi.Blogspot.com -- Ulama ahli Alquran akan mengadakan Musyawarah Kerja Nasional di Bandung, 18-21 Agustus 2015. Diantara bahasan para pakar Alquran adalah langgam nusantaraa yang sempat membangkitkan kontroversi. 

menurut Kepala Lajnah Mushaf Alquran, Muchlis Hanafi, terdapat agenda-agenda penting lain terkait masalah Alquran. Diantaranya tema revolusi mental dalam Alquran, dengan  menghadirkan Qurais Shihab sebagai pemateri. 

Maryam Eit Ahmed bersama beberap peserta Musyawarah Kerja Nasional Ulama Alquran
''Mukernas Ulama Alquran di Bandung akan membahas sejumlah tema, antara lain, Revolusi Mental dalam Perspektif Alquran dengan narasumber Prof Dr HM Quraish Shihab, Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta,'' ungkap Muchlis kepada Republika, Senin (18/8).

Tema lain yang akan dibahas adalah Mushaf Alquran Standar Indonesia dalam Tinjauan Ilmu Rasm, Dhabth, dan Waqf-Ibtidà, dengan narasumber Prof Dr H Said Agil Husin Al-Munawar, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad dan Dr H Ahmad Fathoni.

''Mukernas Ulama Alquran juga akan membahas Langgam Bacaan Alquran Nusantara dengan menghadirkan Prof Dr KH Ali Mustafa Yakub sebagai nara sumber,'' kata Muchlis menjelaskan.

Tema lainnya yang akan dibahas para ulama Alquran di Bandung, adalahPengawasan Peredaran Mushaf Alquran Cetak dan Digital, dengan narasumber Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Bila tidak ada halangan, Mukernas Ulama Alquran diikuti 100 peserta dari 21 provinsi di Indonesia. Mereka perwakilan dari ulama, akademisi, dan pemerhati kajian tafsir dan ilmu Alquran dari berbagai unsur: Kementerian Agama RI, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Perguruan Tinggi Umum, 

Tidak ketinggalan, akan hadir pula perwaklina dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Pengasuh Pondok Pesantren Alquran, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pusat Studi Alquran (PSQ), dan sebagainya.

Muchlis menyebutkan, Mukernas ini tidak hanya dihadiri oleh pemikir dalam negeri tapi turut hadir pula seorang Guru Besar Pemikiran Islam dari Universitas Ibnu Thufail Kerajaan Maroko, Maryam Eit Ahmed. Ia dijadwalkan akan menyampaikan orasi "Minal hifzh ilâ al-Tanzîl, Qirâ`ah Maqâshidiyyah fi al-Qur`ân al-Karîm” (Dari Hafalan Menuju Amalan Praktis, Pembacaan Alquran berbasis Maqashid Syariah).

Sebelum para peserta memberikan saran guna perbaikan dan penyempurnaan Tafsir yang diterbitkan Kementerian Agama, paparan tentang metode tafsir Kementerian Agama akan disampaikan Prof Dr Thomas Jamaludin, Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), yang mewakili Tim Tafsir Ilmi, dan Dr Muchlis M Hanafi MA, Ketua Tim Tafsir Tematik dan Tafsir Ringkas Kementerian Agama.[ama]

Comments

Popular posts from this blog

FIKIH AKTUAL: BAB QURBAN

Oleh: KH Zaenuri Ahmad Zain Definisi hewan Qurban atau Udlhiyah adalah hewan ternak yang disembelih untuk mendekatkan diri kepada Allah di hari raya idul Adha hingga akhir hari Tasyriq (Syaikh Khatib asy-Syirbini, Mughni al-Muhtaj 6/122) Qurban adalah ibadah yang selalu dilaksanakan oleh Rasulullah Saw dalam setiap tahunnya. Dan ketika Rasulullah Saw menyembelih Qurban beliau berdoa: “Bismillah. Allahumma taqabbal min Muhammad wa ali Muhammad wa min ummati Muhammad”. Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah terimalah Qurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad” (HR Muslim) Hukum Ibadah Qurban Imam an-Nawawi mengutip di dalam kitabnya (al-Majmu’ 8/385) tentang perbedaan pendapat mengenai hukum Qurban ini. Namun mayoritas ulama yang didukung oleh Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar serta beberapa ulama madzhab adalah sunah. Hal ini berdasarkan hadis: “Tsalatsun Hiya ‘alayya faraidl wa lakum tathawwu’n an-nahru wa al-witru wa rak’ata ad-dlu...

Tarekat Sanusiyyah di Libya: Politik Islam dan Esoterisme Islam

Omar Mokhtar, salah seorang murid tarekat Sanusiyyah, singa padang pasir yang membuat gentar penjajah Italia A. Muntaha Afandie Historical accounts kehidupan para sufi terangkai bagaikan legenda. Cerita nan kompleks: kisah penuh hayalan, dan kasat pula dengan nilai-nilai spiritual, rasionil dan irasionill. Maka, sulit bagi kita untuk menyangkal bahwa tidak mungkin kehidupan kita dapat terpisahkan dari kisah-kisat tersebut, dan sulit pula untuk membedakan bagian mana yang merupakan cerita fiksi dan bagian mana yang menjadi realitas historis. Inilah tasawuf yang datang selalu “nyentrik” untuk kita pelajari.  Di zawiyah-zawiyah, bangunan khusus yang dipakai para sufi untuk mengasingkan diri, mereka menyepi; berdzikir dan membaca aurad. Hay ibn Yaqdhah, ”anak rusa” yang berhasil menemukan Tuhannya setelah lama melakukan ”riset” dan berkali-kali mengalami kegagalan. Demikian metode Ibn Thufail, filosof neo-platonis, mengambarkan proses kasyaf seorang sufi. Ada Ibrahim Ibn Adh...