Skip to main content

Posts

Recent posts

Panduan Sholat Gerhana Matahari

Ketika jamaah sudah berkumpul dan gerhana mulai terjadi maka Bilal menyerukan sholat dengan membaca seruan الصلاة جامعة .. Lalu imam memulai sholat gerhana dg Tata cara sholat gerhana sebagai berikut.. IMAM 1. Takbirotul ihrom bersama niat solat kusuf lillahi ta'ala 2. Doa iftitah, taawudz 3. Membaca surat al fatihah dan surat lain (sunnahnya baca QS Al-Baqarah atau boleh juga baca surat pendek ) secara SIRRY (tanpa dikeraskan) 4. Ruku' 5. Bangun dari ruku' 6. Membaca surat fatihah ke 2 dan surat lain (sunnahnya baca QS Ali Imran atau boleh juga baca surat pendek ) secara SIRRY 7. Ruku' yg ke 2 8. bangun dari ruku' (itidal). 9. Sujud dua kali. 10. Melanjutkan rekaat yang ke dua Berdiri utk Membaca surat al-Fatihah dan dan surat lain (sunnahnya baca QS an-Nisa atau boleh juga baca surat pendek ) secara SIRRY 11. Ruku' 12. Bangun dari ruku' 13. Membaca surat fatihah lagi dan surat lain (sunnahnya baca QS Al-Ma'idah atau boleh juga baca surat pen...

Nadirsyah Hosen: Jangan Jadi Pelajar yang Kurang Ajar

Jangan coba-coba menjawab yah! Para mahasiswa/i yang diterima masuk di Fakultas Hukum, Monash University adalah kumpulan para pelajar yang paling pandai dan terseleksi. Mereka hanya bisa diterima jikalau nilai ujian nasionalnya minimal 98/100. Salah satu mata kuliah wajib yang mereka harus ambil di semester pertama adalah Foundations of Law (di tanah air mirip dengan PIH/PTHI). Seperti dulu di W ollongong, saya juga kebagian tugas mengajar mata kuliah ini di Monash. Ada sepuluh professor yang ditugaskan mengajar mata kuliah ini bersama-sama (teaching team). Ada satu poin menarik yang wajib disampaikan kepada seluruh mahasiswa baru yang pinter-pinter itu: "Selamat, anda sudah menjadi mahasiswa fakultas hukum dari universitas ternama di dunia. Keluarga dan kawan kalian pasti bahagia dan bangga. Dan boleh jadi mereka mulai bertanya tentang kasus hukum kepada kalian, tapi ingat yah: kalian jangan coba-coba memberi jawaban atau saran hukum (legal advice) kepada mereka." ...

Tarekat Sanusiyyah di Libya: Politik Islam dan Esoterisme Islam

Omar Mokhtar, salah seorang murid tarekat Sanusiyyah, singa padang pasir yang membuat gentar penjajah Italia A. Muntaha Afandie Historical accounts kehidupan para sufi terangkai bagaikan legenda. Cerita nan kompleks: kisah penuh hayalan, dan kasat pula dengan nilai-nilai spiritual, rasionil dan irasionill. Maka, sulit bagi kita untuk menyangkal bahwa tidak mungkin kehidupan kita dapat terpisahkan dari kisah-kisat tersebut, dan sulit pula untuk membedakan bagian mana yang merupakan cerita fiksi dan bagian mana yang menjadi realitas historis. Inilah tasawuf yang datang selalu “nyentrik” untuk kita pelajari.  Di zawiyah-zawiyah, bangunan khusus yang dipakai para sufi untuk mengasingkan diri, mereka menyepi; berdzikir dan membaca aurad. Hay ibn Yaqdhah, ”anak rusa” yang berhasil menemukan Tuhannya setelah lama melakukan ”riset” dan berkali-kali mengalami kegagalan. Demikian metode Ibn Thufail, filosof neo-platonis, mengambarkan proses kasyaf seorang sufi. Ada Ibrahim Ibn Adh...

Islam: Idiologis Ataukah Kultural?

Oleh: K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Beberapa partai masih mencantumkan Islam sebagai asas/dasar negara, begitu juga beberapa perkumpulan lain non-politis. Ketika hal itu ditanyakan pada penulis, maka jawabannya adalah biar saja, karena itu adalah kehendak mereka. Dengan rasa heran, yang bertanya mengemukakan: aneh sekali, anda dari dahulu selalu menentang negara Islam, mengapakah partai politik yang berasaskan Islam tidak anda tolak? Bukankah ini berarti anda menerima pandangan mereka? Bukankah kedua hal itu saling bertentangan, tapi anda terima? Jawabannya justru karena penulis menolak negara Islam. Jadi jelas, penulis menolak negara Islam di Indonesia, tidak di tempat lain yang penduduknya homogen (berpandangan tunggal). Karena bangsa kita beraneka ragam dalam pandangan hidup, dengan sendirinya negara tidak dapat hanya melayani mereka yang berpandangan negara Islam saja. Orang muslim pun, seperti penulis yang tidak menerima negara Islam di Indonesia, harus dihargai pendap...

Apakah Kabinet Bisa Kompak?

Oleh : Ahmad Syafii Maarif Gonjang-ganjing Kabinet Jkw-JK selama tahun 2015, mohon tidak  diteruskan lagi pada tahun 2016 ini. Pemerintah harus mendapat kepercayaan penuh dari publik, sebab tanpa itu, semua program kabinet betapa pun hebatnya tidak akan mencapai sasaran. Sinisme akan tetap saja terdengar di mana-mana: ini kabinet gaduh! Sejak dilantik 0ktober 2014, apa yang sering disebut hak prerogatif presiden sesuai dengan konstitusi, dalam realitas politik Indonesia sekarang tidak jalan. Nafsu partai untuk menempatkan orangnya dalam kabinet demikian tinggi, sesuatu yang sebenarnya sah-sah saja. Tetapi peta kabinet akan menjadi rusak dan runyam, jika kompetensi mereka yang duduk di kabinet itu berada di bawah standar sebagai seorang menteri.  Untuk menilai itu, publik sekarang tidak bodoh lagi, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali menggerutu. Radius gerutuan ini akan menjadi meluas saat kinerja pemerintah tidak meyakinkan. Filosofi yang men...

Biografi Cut Nyak Dien

Sumedang, 6 November 1908 HARI itu.. tepat 11 Desember 1906, Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriaatmaja kedatangan tiga orang tamu. Ketiganya merupakan tawanan titipan pemerintah Hindia Belanda. Seorang perempuan tua renta, rabun serta menderita encok, seorang lagi lelaki tegap berumur kurang lebih 50 tahun dan remaja tanggung berusia 15 tahun. Walau tampak lelah mereka bertiga tampak tabah. Pakaian lusuh yang dikenakan perempuan itu merupakan satu-satunya pakaian yang ia punya selain sebuah tasbih dan sebuah periuk nasi dari tanah liat. Belakangan karena melihat perempuan tua itu sangat taat beragama, Pangeran Aria tidak menempatkannya di penjara, melainkan memilih tempat disalah satu rumah tokoh agama setempat. Kepada Pangeran Suriaatmaja, Belanda tak mengungkap siapa perempuan tua renta penderita encok itu. Bahkan sampai kematiannya, 6 November 1908 masyarakat Sumedang tak pernah tahu siapa sebenarnya perempuan itu. Perjalanan sangat panjang telah ditempuh perempuan itu se...

Habib Baharun: Rahasia dan Cara Khusu Beribadah

Suatu hari pernah seseorang mendatangi  Al-Habib Umar Bin Hafidz  dan bertanya: "Bagaimana agar kita bisa khusyu'...?" Habib Umar bin Hafidz  menjawab:  " Seseorang bisa di katakan khusyu' jika memenuhi 6 kriteria, Yaitu : HUDHURUL QALB:  Hadirnya hati TAFAHUMUL MA'ANII:  Memahami setiap arti apa-apa yang kita katakan dan sedang kita lakukan AL-IJLAL WAT TA'DZHIEM MA'AL HAYBAH:  Memiliki rasa memulyakan dan pengAgungan di iringi dengan rasa haibah (kewibawaan). Haibah: Rasa takut yang timbul karena rasa mengAgungkan. AL IJLAL WAT TA'DHIEM:  Memiliki rasa mengagungkan dan memulyakan Allah Ta'ala. Terkadang hati kita sudah hadir, mengetahui arti, tapi tanpa pengagungan hal ini seperti seseorang yang memahami perkataan anak kecil tapi tidak terlalu menghiraukannya AR RAJAA':  Penuh harapan, sangat mengharap Ibadah sholat kita di terima oleh Allah,Ini juga menjadi sebab dekatnya kita pada allah serta mengharapkan mendapat bal...

FATWA DAN FATWA

Oleh: KH. A. Mustofa Bisri Banyak lembaga atau orang gemar mengeluarkan fatwa. Mulai fatwa sesat, bid’ah, kafir dan seterusnya. Inilah kritik Gus Mus atas kegemaran mengeluarkan fatwa. Fatwa akhir2 ini merupakan tren baru, bahkan sudah mirip dengan latah. Dulu, fatwa hampir identik dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia), yg memang paling sering mengeluarkan fatwa. Fatwa yg dinilai sering tidak menjadi solusi, melainkan malah meresahkan. Pak Jusuf Kalla waktu menjadi wakil presiden (jaman SBY red) sampai berpesan dalam pembukaan Ijtimak Komisi Fatwa MUI agar MUI jangan mengeluarkan fatwa yg meresahkan dan menjadi ketakutan baru, melainkan menjadi solusi (Jawa Pos, Minggu 25 Januari 2009). Tapi kini, fatwa tidak lagi menjadi monopoli MUI. Rupanya, MUI mendapatkan banyak saingan. Fatwa bermunculan dari berbagai penjuru, dari berbagai lembaga dan organisasi. Berbagai hal dan masalah difatwakan. Mulai fatwa tentang aliran sesat, bunga bank, golput, yoga, rokok, pembangkit tenaga nuklir...

Revolusi Spiritual

Oleh: Jakob Sumardjo Untuk itulah seruan perlu revolusi mental dan revolusi spiritual ditujukan. Rakyat tidak perlu revolusi lagi karena hati nurani rakyat itu di mana pun baik adanya. Mereka yang mau menduduki jabatan-jabatan penting negara, atau mereka yang mendapat gaji dari negara, harus merevolusi mental dan spiritualnya. Yang bisa mengubah secara total dan radikal mental dan spiritualnya tak lain adalah diri mereka sendiri. Manusia adalah tindakannya. Perbuatan manusialah yang mengubah diri dan lingkungan hidupnya, bukan kata-kata dan pikirannya. Keinginan dan pemikiran tak mengubah kehidupan, kecuali Anda mewujudkannya dalam tindakan. Anda mungkin menguasai pengetahuan filosofis, normatif, historis mengenai apa yang baik dan tidak baik. Namun, selama Anda pendam dalam kepala saja, tak akan ada perubahan, kecuali Anda bertindak dengan mengajarkannya pada orang lain. Lebih bagus lagi diterjemahkan dalam tingkah laku. Lebih baik tahu sedikit mengenai apa yang bai...

Bencana Asap Itu Disengaja

Oleh: Ahmad Syafii Maarif Kehebohan itu akan semakin brutal, jika pemerintah pusat terkesan tidak bertaring, lemah sekali. Akankah Indonesia bisa bertahan lebih lama di bawah penguasa lemah yang minus dalam kualitas kenegarawanan? Untuk Riau setidak-tidaknya, di samping Kalimantan Tengah, memang ada Peraturan Gubernur (Pergub) No 11/2014 yang memberi izin sampai tingkat pemerintahan desa untuk membakar hutan bagi kepentingan pembudidayaan lahan. Kepala desa punya wewenang memberikan izin pembakaran hutan seluas dua hektare. Jika pembakaran melebihi 50 hektare, harus ada izin gubernur. Tetapi, bencana akibat asap ini sebenarnya sudah berlangsung selama 18 tahun, jauh sebelum ada pergub tersebut. Dengan pergub, orang akan lebih leluasa untuk berbuat onar. Jadi, negara ini memang tidak sungguh-sungguh melindungi rakyat dari malapetaka asap. Berkali-kali malapetaka itu datang, diulang lagi dan lagi pembakaran hutan itu. Tidak pernah mau belajar dari perbuat...