Umat Islam selain keimanan dan kepatuhan pada rukun Islam perlu mendidik diri sendiri untuk bisa melakukan perbuatan-perbuatan baik seperti di atas. Kalau pun tetap dihisab karena kekurangan syarat di dalam perbuatan baik itu, maka setidaknya kita tetap berbuat baik. Kalau bernasib baik, wafat di siang atau malam Jum'at. Ini yang tidak bisa diusahakan. Ini bergantung semata pada nasib. Pada prinsipnya setiap orang diperintahkan untuk berbuat baik. Karena setiap perbuatan akan diminta pertanggungan jawab di akhirat kelak. Sebuah kebaikan yang rutin atau wirid dalam arti yang luas, juga tidak akan lepas dari pemeriksaan (hisab). Apalagi perbuatan buruk atau perbuatan tidak baik, tentu hisab berlaku. Pemeriksaan juga berlaku untuk pendapatan dan belanja. Dengan adanya pemeriksaan (hisab) di akhirat, masih juga banyak orang berani menerjang perbuatan yang dilarang. Apalagi kalau hisab ditiadakan? Banyak orang bisa jadi akan berbuat semaunya. Hanya kesepakatan, pengawasan, san...
Muslim Pribumi yang Toleran