Skip to main content

Lukman Hakim: Keluarga Pondasi Membangun Bangsa

muslim-pribumi.blogspot.com - Dalam sebuah kesempatan, Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa keluarga sakinah merupakan pilar bagi kemajuan bangsa. Menurut Menag yang juga anak dari menteri agama, keluarga akan melahirkan generasi-generasi cemerlang bagi bangsa.

"Maka keluarga sakinah ini diharapkan memberi kontribusi untuk lingkungan di sekitarnya bahkan bagi bangsa," kata Lukman usai menghadiri acara "Penganugerahan Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Nasional 2015" di kantornya kawasan MH Thamrin, Jakarta, Selasa, kepada wartawan Antara.

Masih menurut Gus Lukman, keluarga merupakan unit terkecil dalam sumbangsih membangun masyarakat luas. Nantinya, dari keluarga pula dapat memberikan kemaslahatan.

"Dari keluargalah muncul anak-anak yang mempunyai dampak positif bagi lingkungan tentunya mereka yang mendapatkan pendidikan yang baik di keluarga," Gus Lukman menegaskan.

Bagi Gus Lukman penerapan ajaran-ajaran agama di dalam keluarga akan memberikan pondasi yang baik dalam membangun rumah tangga. Hal ini juga menjadi salah satu penanda munculnya keluarga sakinah yang nantinya dapat memberikan contoh bagi masyarakat.

Sementara itu, Menag berharap tradisi program pemilihan Keluarga Sakinah dan KUA Teladan oleh Kemenag dapat dijaga dengan baik. Kegiatan pemilihan ini diharapkannya dapat melahirkan keluarga sakinah yang menjadi teladan bagi masyarakat.
"Maka keluarga sakinah ini diharapkan memberi kontribusi untuk lingkungan di sekitarnya bahkan bagi bangsa,"

"Kegiatan ini adalah tradisi baik, tidak hanya memberikan apresiasi atas pasangan yang telah memberi sisi positif bagi kalangan muda, tapi juga memberi pemahaman kepada masyarakat luas betapa keluarga menjadi unit terkecil yang bisa memberikan manfaat," kata dia.

Dampak positif kegiatan, kata dia, juga diharapkan dapat memberi inspirasi bagi pasangan-pasangan muda agar bisa meneladani para pemenang keluarga sakinah.

"Bagaimana mereka bisa seperti sekarang ini (mempertahankan pernikahan). Sudah lebih dari 30 tahun berkeluarga di tengah tantangan yang tidak sederhana," kata dia.

Comments

Popular posts from this blog

FIKIH AKTUAL: BAB QURBAN

Oleh: KH Zaenuri Ahmad Zain Definisi hewan Qurban atau Udlhiyah adalah hewan ternak yang disembelih untuk mendekatkan diri kepada Allah di hari raya idul Adha hingga akhir hari Tasyriq (Syaikh Khatib asy-Syirbini, Mughni al-Muhtaj 6/122) Qurban adalah ibadah yang selalu dilaksanakan oleh Rasulullah Saw dalam setiap tahunnya. Dan ketika Rasulullah Saw menyembelih Qurban beliau berdoa: “Bismillah. Allahumma taqabbal min Muhammad wa ali Muhammad wa min ummati Muhammad”. Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah terimalah Qurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad” (HR Muslim) Hukum Ibadah Qurban Imam an-Nawawi mengutip di dalam kitabnya (al-Majmu’ 8/385) tentang perbedaan pendapat mengenai hukum Qurban ini. Namun mayoritas ulama yang didukung oleh Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar serta beberapa ulama madzhab adalah sunah. Hal ini berdasarkan hadis: “Tsalatsun Hiya ‘alayya faraidl wa lakum tathawwu’n an-nahru wa al-witru wa rak’ata ad-dlu...

Tarekat Sanusiyyah di Libya: Politik Islam dan Esoterisme Islam

Omar Mokhtar, salah seorang murid tarekat Sanusiyyah, singa padang pasir yang membuat gentar penjajah Italia A. Muntaha Afandie Historical accounts kehidupan para sufi terangkai bagaikan legenda. Cerita nan kompleks: kisah penuh hayalan, dan kasat pula dengan nilai-nilai spiritual, rasionil dan irasionill. Maka, sulit bagi kita untuk menyangkal bahwa tidak mungkin kehidupan kita dapat terpisahkan dari kisah-kisat tersebut, dan sulit pula untuk membedakan bagian mana yang merupakan cerita fiksi dan bagian mana yang menjadi realitas historis. Inilah tasawuf yang datang selalu “nyentrik” untuk kita pelajari.  Di zawiyah-zawiyah, bangunan khusus yang dipakai para sufi untuk mengasingkan diri, mereka menyepi; berdzikir dan membaca aurad. Hay ibn Yaqdhah, ”anak rusa” yang berhasil menemukan Tuhannya setelah lama melakukan ”riset” dan berkali-kali mengalami kegagalan. Demikian metode Ibn Thufail, filosof neo-platonis, mengambarkan proses kasyaf seorang sufi. Ada Ibrahim Ibn Adh...

Tasawuf al-Ghazali dan Relevansinya dalam Konteks Sekarang: Kajian Terhadap Kitab Ihya’ Ulum al-Din

Oleh Abdul Moqsith Ghazali Imam Ghazali tak hanya menjalankan tindakan-tindakan sufi, melainkan juga menulis buku-buku tasawuf. Karyanya yang paling gemilang di bidang ini adalah  Ihya’ Ulum al-Din . Sejauh yang bisa dilihat dari karyanya ini, diketahui bahwa corak tasawuf al-Ghazali lebih dekat kepada tasawwuf  khuluqi-‘amali  ketimbang tasawwuf  falsafi . Tak hanya bersandar kepada al-Qur’an dan Hadits yang menjadi ciri kuat tasawuf  khuluqi-‘amali  (kerap juga disebut tasawwuf sunni), melainkan juga al-Ghazali menuliskan pengalaman spiritual individualnya dalam buku ini. Abstrak Tak ada yang membantah kebesaran al-Ghazali. Magnum opusnya di bidang tasawuf, Ihya’ Ulum al-Din , mendapatkan sambutan meriah dan antusiasme dari publik Islam, sejak dulu hingga sekarang. Di tengah kecenderungan menjauhkan tasawuf dari ajaran Islam, Imam Ghazali menghidangkan tasawuf yang bertumpu pada al-Qur’an dan Hadits. Kitab Ihya’ Ulum al-Din  rimbun deng...